Sabtu, 19 November 2011

all in here

all in here


Sudahkan Anda membuat target yang jelas?

Posted: 18 Nov 2011 06:04 PM PST


Saya yakin banyak di antara kita yang sudah mempunyai target atau keinginan untuk dicapai di tahun 2012.
Tapi apakah kita sudah membuat target atau rencana tertulis?
Kalau cuma sekedar "Saya ingin tahun 2012, lebih baik" wah, maaf itu "OMONG KOSONG"
Kita harus membuat rencara tertulis dan detail, jadi harus di tulis! tulis! dan tulis!
Jika ingin ada perubahan yang monumental, maka kita harus memulai dengan langkah di antaranya :

1. Buat rencana tertulis (kalau bisa divisualisaikan), misalnya :
Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir!
Saya ingin punya proyek baru! Saya ingin punya bisnis baru!
Keuangan : Saya ingin penghasilan meningkat!
Aset : Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah!
Keluarga : Saya ingin anak-anak lebih baik
Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis.
Keagamaan : Saya ingin iman meningkat
Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik
Catatan: Kalau perlu rencana jangka panjang.
Tulis dream atau keinginan setinggi-tingginya jangan batasi dengan kemampuan yang ada saat ini.
Jack Canfield pernah menulis cek US$ 100.000 untuk dirinya, ia tidak tahu nanti dapat dari mana, pokoknya dia tulis dan ditempel di langit2 tempat tidurnya. Tiba-tiba ia dapat bisnis dan untung US$ 100.000.
Lalu ia pikir, kenapa tidak coba
US$ 1 juta, lalu ia tulis check untuk dirinya senilai US$ 1 juta.
Dan ia berhasil mendapat US$ 1 juta pertamanya dari buku Chicken Soup of the Soul.
Bill Clinton memajang gambar gedung putih di depan meja kerjanya, setiap hari ia melihat gambar gedung putih dan percaya "One day I will be there" dan ia menjabat 2 kali masa jabatan.

2. Target harus detail. Kalau cuma sekedar tulisan di atas , masih "SAMA AJA BOHONG", juga tidak banyak merubah apa apa, tapi rencana harus detail.
Pekerjaan: Saya ingin naik jabatan atau karir! (Naik jadi apa, penempatan di mana?).
Saya ingin punya proyek baru! (Proyek sebesar apa? Dimana?).
Saya ingin punya bisnis baru! (Bisnis bidang apa? mulai bisnis di mana?)
Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Penghasilan dari mana? dari pekerjaaan sekarang saja?
atau dari penghasilan lain?)
Aset : Saya mau punya mobil baru! (Merknya apa? warnanya apa? automatic atau manual?)
Saya mau beli rumah! (Sebesar apa? lokasinya?)
Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Jadi lebih baik bagaimana? tidak berbohong lagi? Tidak pre occupied dengan Handphone, tidak membuat masalah? )
Saya ingin hubungan suami istri lebih harmonis. (harmonis bagaimana? tidak berdebat lagi? hindari kekerasan? lebih sering jalan2, kurangi shopping - wah bad idea buat ibu-ibu ya-, lebih sering di rumah?)
Keagamaan: Saya ingin iman meningkat (apa sering ke rumah ibadah, perbanyak puasa senin kamis, perbanyak tahajud, menambah hapalan?, ikut pengkajian agama?)
Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik (jadi lebih jujur, tidak suka emosional, dsb)3. Buat rencana, check list dan pentahapan untuk mencapai target
Rencana cuma dua " Membuat Rencana GAGAL" atau "Gagal membuat rencana"
Semua pasti tidak mau membuat rencana gagal, tapi banyak yang gagal membuat rencana.
Kita harus membuat tahapan untuk mencapat target kitaSalah satu kunci kesuksesan Michael Jordan adalah, ia selalu membuat target dan menyederhanakan pentahapannya.
Dalam setiap pertandingan ia mempunyai target skor pribadi.
Lalu ia membagi, setiap 5 menit berapa skor yang harus dicapai
Setiap satu menit harus berapa.
Jadi dalam pertandingan ia sudah mengukur targetnya tercapai atau tidak, kalau belum ia tingkatkan mobilitasnya.
Kalau ada yang memblok Jordan, seusai pertandingan ia mencata-nama nama yang membloknya.
Dan di masa depan ia bertekad menaklukkan mereka.
Sekarang bagaimana rencananya, tahapannya?
Pekerjaan: Saya ingin naik jabatan atau karir! (lewat jalur mana, harus melakukan apa?)
Saya ingin punya proyek baru! (hubungi siapa, mengirim proposal kemana?)
Saya ingin punya bisnis baru! (siapa partnernya? dimana bukanya?)
Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Sumbernya dari mana, selain pekerjaan sekarang?)
Aset: Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah! (Sistem pembayarannya? Ke Bank mana apply?)
Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Acara apa yang sebaiknya diadakan untuk mempererat keluarga, jalan jalan kemana?)
Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis (harus buat program apa? honey moon lagi?)
Keagamaan: Saya ingin iman meningkat (mau ikut pengkajian agama di mana, siapa guru agama yang OK, kumpul dengan komunitas apa sebaiknya?)
Kepribadian: Saya ingin menjadi lebih baik (Baca buku apa sebaiknya, kumpul dengan siapa sebaiknya)
Ini sekedar ide, silahkan buat plan masing-masing.
Anda akan takjub menyadari betapa plan tertulis untuk pribadi akan begitu powerful untuk mengubah hidup Anda.


Sabtu, 05 November 2011

all in here

all in here


Pesan buat yang hendak resign

Posted: 04 Nov 2011 11:38 PM PDT

Alkisah ada seorang engineer kenthir bernama Prayitno, ST yang bekerja di
pabrik manufaktur elektronik Jepang, ini orang baru aja lolos tes perusahaan
BUMN yang mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau resign, berikut
ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat saja ya, Manajer = M, dan
Prayitno = P, sebagai berikut:

M : Edan kowe yo Prayitno, lagi S-2 sudah mau resign, dimana morality
kamu?

P : Morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yang
nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah sampe sakit tapi
tunjangan kesehatan nggak full

M : Sebenernya mau kamu apa? Dimana2 kerja itu sama. Saya sudah
menjalani 2 company sebelum ini

P : Karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya nggak ragu resign
Pak, wong sama saja kok, cuma reward-nya yang beda tho.... ya saya pilih
yang reward-nya lebih


M : Kenapa kamu nggak mencoba profesional disini saja, kalau alasannya
reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalau kamu
bertahan

P : Kenapa saya harus nunggu, Kalau ada company yang nawarin itu
sekarang?

M : Tapi sayang sekali, saya pandang kamu yg paling berpotensi
diantara yang lain

P : Bapak sudah ngomong gitu ke semua engineer yang resign sebelum
saya

M : Tidak, ini serius, kamu memiliki potensi besar, disini kamu bisa
sukses! Daripada kamu memulai lagi dari bawah di company lain yang belum
ketahuan ntar disana kamu bakal sukses ato nggak

P : Disini juga sama saja saya belum tahu bakal sukses apa nggak,
wong namanya masa depan kok. Sama2 nggak ketahuan, tapi yang satu awalannya
lebih baik, ya pilih yang lebih baik donk......

M : Maksud kamu lebih baik itu apa? Money? Uang itu bukan segala2nya

P : Kalau memang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa
artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

M : Kita kan tidak hanya mengejar uang. Kalau orientasi kamu hanya
uang, kamu hanya mengejar "live". No difference with kambing. Bekerja hanya
untuk bertahan hidup. Kamu itu engineer!!!! Harus berorientasi pada yang
lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri

P : Saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau
lepas dari orientasi "live" kalau tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran
kost, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa sekarang ada
company yang nawarin itu, salary yang membuat saya tenang, tak berpikir lagi
tentang "live existency". So, boleh donk saya ambil untuk menaikkan derajat
pekerjaan saya

M : Prayitno.... kalau kamu ngejar yang lebih baik, nggak akan
habis2.... selalu ada yang lebih baik. Saya sudah mengalaminya di 2 company
terdahulu

P : Memang nggak bakal habis pak.... karena itu, ngapain saya habisin
disini? Mending saya terus2an dapat yang lebih baik sampe berhenti karena
capek. Lagian Bapak juga nyatanya bisa berhenti kan?

M : Nyatanya itu si pak Bambang bisa sukses disini sampe level
Director, itu karena dia sabar disini

P : Pantesan pak Bambang tampangnya kaya gitu. Dah nyingkirin berapa
orang dia pak buat ke posisi itu? Iya jabatan-nya sech Director, tapi
mobilnya sama dengan manajer di company baru saya. Mendingan saya jadi GM
disana donk daripada jadi director disini

M : Inilah yang membuat bangsa kita nggak maju2. Oportunis. Orang
Jepang maju karena loyal

P : Loyalitas itu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level
pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan
karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua. Mereka
jarang menemui anaknya. Akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, Ngalah
keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yang hilang untuk anak2nya karena
bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka. Tanya dech sama cewek jepang,
lelaki jepang itu paling nggak romantis. Cewek bawa tas berat saja dicuekin

M : Tapi dimana responsibility kamu?

P : Responsibility itu apa pak? Perasaan dulu saya pernah punya. Pas
awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yang dijadikan pembenaran untuk
menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan untuk
ketepatan schedule launching produk yang jelas2 merupakan percepatan uang
masuk ke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya responsibility.
Apa responsibility paling utama? Keluarga !!. Anak dan istri adalah amanah
dari Yang Diatas.

M : Kamu kurang bersyukur, masih banyak orang yang susah dapet kerjaan

P : Saya sudah diterima Pak. Itu rejeki dari Yang Diatas, Kalau nggak
saya ambil, itu yang namanya nggak bersyukur. Yang Diatas itu tahu betul
kebutuhan kita. Makanya Dia memberi saya kerjaan baru. Mungkin karena
kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yang Diatas juga memberi pekerjaan
pada satu orang pengangguran yang akan menggantikan posisi saya disini
setelah resign

M : EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! Nek ngono aku yo melu resign......

P : Raiso pak.... kowe wis tuwo. Cuma bisa ngelamar ke yang sesuai
background. Cuma terbatas di sesama manufaktur elekronik hehehee.. Ngelu,
ngelu sampeyan pak......... .





SUmber: Kaskus by adeilham
Blog ini adalah blog dofollow, silahkan berkomentar sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan backlink

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner