Jumat, 01 April 2011

all in here

all in here


Penyusunan Indikator Kuesioner

Posted: 01 Apr 2011 04:01 AM PDT

INDIKATOR DAN INSTRUMEN
IKLIM ORGANISASI
Indikator Deskriptor
Dimensi Psikologikal (X1) Beban kerja
Otonomi
Pemenuhan diri
Perkembangan diri.
Dimensi Struktural (X2) Lingkungan fisik kerja
Suara
Keserasian alat kerja
Dimensi Sosial (X3) Interaksi dengan klien
Rekan kerja
Penyelia.
Dimensi Birokratik (X4) Administrasi pekerjaan
Peraturan-peraturan
Konflik peranan
Kejelasan peranan.
Sumber: Pines, A. 1982. Changing organizations : Is work environment
without burnout an impossible goal ? In W. Paine (ed), Job stress and burnout.
Beverly Hills, CA : Sage.
KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA
Kepemimpinan
Kepemimpinan berorientasi karyawan/consideration (X1)
- Persahabatan
- Saling mempercayai
- Hubungan pemimpin dan bawahan
Kepemimpinan berorientasi tugas/initiating structure (X2)
- Menentukan hubungan
- Menetapkan pola dan saluran komunikasi
- Menguraikan rincian pekerjaan
Kepuasan Kerja (Y)
- Kondisi pekerjaan
- Hubungan rekan kerja
- Supervisi/pengawasan
- Prestasi/karir
- Kompensasi
Sumber:
- Kepemimpinan: Least Preferred Coworker, Buku Gibson, James L., Ivancevich,
Jhon M., dan Donnely Jr., James H. 1992. Organisasi dan Manajemen: Perilaku. Struktur dan Proses. Penerjemah: Djoerban Wahid. Penerbit Erlangga. Jakarta.
- Kepuasan Kerja: Job Description Index, Buku Anwar Prabu Mangkunegara,
Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung, Penerbit Rosdakarya,2000.
PENILAIAN KINERJA KARYAWAN
1. Kualitas kerja (mengacu pada akurasi dan marjin kesalahan)
2. Kuantitas kerja (mengacu pada jumlah produksi atau hasil)
3. Ketepatan waktu (mengacu pada penyelesaian tugas, dalam waktu yang diperkenankan)
4. Kehadiran dan ketepatan waktu (mengacu pada ketaatan jadwal kerja)
5. Tanggung jawab (mengacu pada penyelesaian tugas dan proyek)
6. Kerja sama dengan yang lain (Mengacu pada kerja sama dan komunikasi dengan penyelia dan rekan kerja)
Sumber: "Formulir Penilaian Kinerja Karyawan" dari Buku Manajemen Sumber Daya Manusia Menghadapi Abad ke-21, Edisi Ke Enam jilid 2, Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1996, hal. 81-82.
PENILAIAN KINERJA KARYAWAN
1. Kualitas Kerja: Ketepatan, ketelitian, keterampilan, kebersihan:
2. kuantitas kerja: output, perlu diperhatikan uga bukan hanya output tetapi juga seberapa cepat bisa menyelesaikan kerja extra:
3. Dapat tidaknya diandalkan: mengikuti instruksi, inisiatif, hati-hati, kerajinan:
4. Sikap: sikap terhadap perusahaan pegawai lain dan pekerjaan serta kerja sama:
Sumber: "Formulir Penilaian Prestasi Kerja (Kinerja)", Buku Manajemen Sumber Daya Manusia, A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Bandung, Penerbit Rosdakarya, 2000, hal. 75
PENILAIAN KINERJA
1. Kapasitas:
• Kemauan
• Usia
• Kesehatan
• Pengetahuan
• Keterampilan
• Intelegensi
• Keterampilan Motorik
• Tingkat Pendidikan
• Daya Tahan
• Stamina
• Tingkat Energi
2. Kemauan
• Motivasi
• Kepuasan Kerja
• Status Pekerjaan
• Kecemasan
• Legitimasi
• Partisipasi
• Sikap
• Persepsi Atas Karakteristik Tugas
• Keterlibatan Kerja
• Keterlibatan Ego
• Citra Diri
• Kepribadian
• Norma
• Nilai
• Persepsi Atas Ekpektasi Peran
• Rasa Keadilan
3. Kesempatan
• Piranti
• Peralatan
• Material
• Kondisi Kerja
• Tindakan Kerja
• Perilaku Pimpinan
• Mentorisme
• Kebijakan
• Peraturan dan Prosedur Organisasi
• Informasi
• Waktu
• Gaji
Sumber: M. Blumberg dan C.D. Pringle, The Missing Opportunity in Organizational Research: Some Implications for a Theory of Work Performance, Academy of Management Review, 1982, hal. 562 dan 565 dalam Jiewell dan Siegall (1998). Psikologi Industri/Organisasi Modern, Jakarta: Archan, hal. 207.
GAYA KEPEMIMPINAN, SITUASI KEPEMIMPINAN,
DAN IKLIM KERJA ORGANISASI
Situasi Kepemimpinan
• Hubungan pimpinan dengan anggota
• Tugas pimpinan
• Kekuasaan/power dari pemimpin
Gaya Kepemimpinan
• Otonomi dan fleksibilitas
• Menaruh kepercayaan dan terbuka
• Simpatik dan memberi dukungan
• Jujur dan menghargai
• Kejelasan tujuan
• Pekerjaan yang beresiko
• Pertumbuhan kepribadian
Otoritas Kepemimpinan
• Otonomi dan fleksibilitas
• Menaruh kepercayaan dan terbuka
• Simpatik dan memberi dukungan
• Jujur dan menghargai
• Kejelasan tujuan
• Pekerjaan yang beresiko
• Pertumbuhan kepribadian
Sumber: Metode Penelitian Bisnis. Bandung, Alfabeta, Sugiyono, 1999, hal. 101
LINGKUNGAN KERJA FISIK
Indikator Deskriptor
Suhu di tempat kerja Arus udara
Kesejukan
Penerangan di tempat kerja Jumlah sumber cahaya
Penempatan sumber cahaya
Kebisingan di tempat kerja Peredaman/pengurangan unsur kebisingan
Ketenangan dari unsur kebisingan
Arsitektur & penampilan tempat kerja Penataan letak tempat kerja/pembagian kerja
Pengaturan peralatan/fasilitas kerja
Sumber: Diadaptasi dari Jewel, L.N. dan Mark Siegall. Psikologi Industri/Organisasi Modern. Jakarta: Archan. hal. 293-303
TINGKAT STRESS
Indikator Deskriptor
Subjektif Kegelisahan
Kekecewaan
Perilaku Mudah terkena kecelakaan
Peledakan emosi
Kognitif Tidak mampu mengambil keputusan sehat
Kurang dapat berkonsentrasi
Fisiologi Tekanan darah naik
Mudah berkeringat
Organisasi Produktivitas rendah
Ketidakpuasan kerja
Sumber: Diadaptasi dari Gibson, James L. et al. 1992. Organisasi dan Manajemen: Perilaku, Struktur, Proses. Yogyakarta: Erlangga. hal. 165-166
TINGKAT STRESS
Di Pekerjaan
- Mengalami lebih banyak kecelakaan dari pada biasanya
- Tidak menepati batas waktu akhir, pertemuan dan perjanjian yang lain
- Membuat kesalahan yang ceroboh
- Mengalami kesukaran dalam mengambil keputusan
- Kuantitas dan atau kualitas kerja menurun
- Kerja terlambat atau lebih "obsesi" dari pada biasanya
- Pidato dan atau laporan tertulis kualitasnya kabur dan terputus-putus
Dengan Rekan Sekerja
- Kelihatannya kehilangan rasa humor
- Menampilkan kemarahan, permusuhan dan sikap yang meledak-ledak
- Mengalami kesukaran dalam berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain
- Memperlihatkan sikap irasional dan kurang percaya kepada rekan sekerja yang berlebihan
Pribadi
- Biasanya lelah, dan kelihatannya sukar "beristirahat"
- Apatis terhadap kehidupan, tidak berminat terhadap apapun
- Seringkali merasa sakit dan hampir sakit
Sumber: Dari berbagai macam sumber, termasuk J.M. Ivancevich Dan M.T. Matteson, Employee Claims for Damages ad to The High Cost Of Job Stress, Manajemen Review, 1983, hal. 9-13 dalam Jewel, L.N. dan Mark Siegall. Psikologi Industri/Organisasi Modern. Jakarta: Archan.
MOTIVASI BERPRESTASI
1. Memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi
2. Berani mengambil dan memikul resiko
3. Memiliki tujuan yang realistis
4. Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuan
5. Memanfaatkan umpan balik yang konkret dalam semua kegiatan yang dilakukan
6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan
Sumber: "Karakteristik Motivasi Berprestasi" dari David C. McClelland, dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Bandung, Penerbit Rosdakarya, 2000, hal. 75
MOTIVASI BERPRESTASI
1. Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya
2. Melakukan sesuatu untuk mencapai kesuksesan
3. Menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan
4. Berkeinginan menjadi orang terkenal atau menguasai bidang tertentu
5. Melakukan pekerjaan yang sukar dengan hasil yang memuaskan
6. Mengerjakan sesuatu yang sangat berarti
7. Melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain
8. Menulis novel atau cerita yang bermutu
Sumber: "Karakteristik Motivasi Berprestasi" dari Edward Murray, dalam Manajemen Sumber Daya Manusia, A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Bandung, Penerbit Rosdakarya, 2000, hal. 75
MOTIVASI BERPRESTASI
1. Kerja keras
2. Orientasi masa depan
3. Tingkat cita-cita yang tinggi
4. Orientasi tugas/sasaran
5. Usaha untuk maju
6. Ketekunan
7. Rekan kerja yang dipilih oleh para ahli
8. Pemanfaatan waktu
Sumber: "Formulir Penilaian untuk Daftar Pertanyaan mengenai Motivasi Berprestasi" Pertanyaan, dalam Manajemen Sumber Daya Manusia, A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Bandung, Penerbit Rosdakarya, 2000, hal. 111
PENDIDIKAN DAN LATIHAN (PENGEMBANGAN)
1. Sasaran pengembangan
2. Kurikulum pengembangan
3. Sarana pengembangan
4. Peserta
5. Pelatih
6. Pelaksanaan
Sumber: Malayu SP. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia: Dasar dan Kunci Keberhasilan Jakarta, Gunung Agung, hal. 83-84
DISIPLIN
Ketaatan waktu
Ketaatan proses kerja
Ketaatan hasil kerja
Sumber: Diadaptasi dari Malayu SP. Hasibuan, 1997, Manajemen Sumber Daya
Manusia: Dasar dan Kunci Keberhasilan, Jakarta: Gunung Agung, hal. 213.
KOMUNIKASI
1. Keterbukaan (openness)
2. Empati (empathy)
3. Dukungan (support)
4. Rasa positif (positiveness)
5. Kesamaan (equality)
Sumber: – A.W. Widjaja. 1990. Kelembagaan dan Organisasi. Jakarta: Rineka Cipta
hlm/ 139
- Miftah Thoha. 2000. Perilaku Organisasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hlm. 166
KINERJA
Kualitas Kerja: Ketepatan, ketelitian, keterampilan, kebersihan
kuantitas kerja: output, perlu diperhatikan uga bukan hanya output tetapi juga seberapa cepat bisa
Dapat tidaknya diandalkan: mengikuti instruksi, inisiatif, hati-hati, kerajinan
Sikap: sikap terhadap perusahaan pegawai lain dan pekerjaan serta kerja sama
Sumber: A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung, Penerbit Rosdakarya, 2000, hal. 75
SEMANGAT KERJA
1. Saya berangkat kerja dengan hati yang tidak mantap:
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
2. Saya memikirkan cara agar hasil kerja saya menjadi lebih baik:
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
3. Kadang-kadang saya jengkel dengan pekerjaan saya di sini
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
4. Saya tidak pernah berpikir untuk pindah kerja ke tempat lain
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
5. Sebelum bekerja, fikiran saya sulit untuk terpusat pada pekerjaan
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
6. Ada rasa puas dalam hati bila pekerjaan saya selesai tepat pada waktunya
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
7. Kalau dapat saya lebih suka mengerjakan pekerjaan lain
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
8. Saya merasa bahwa teman-teman di sini tidak dapat diajak bekerja sama
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
9. Saya menyenangi pekerjaan saya di sini
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
10. Saya percaya bahwa teman-teman di sini memahami saya
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
11. Saya merasa seakan-akan pekerjaan saya di sini merupakan bagian dari hidup saya
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
12. Saya berangkat kerja dengan hati gembira
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
13. Dengan imbalan yang saya peroleh sekarang ini saya tidak merasa perlu untuk bekerja dengan lebih baik
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
14. Ada saling pengertian di antara teman-teman sekerja di sini
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
15. Saya merasa bahwa saya menghayati pekerjaan saya
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
16. Saya berusaha datang ke tempat kerja lebih awal dari waktu yang telah ditentukan
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
17. Saya tidak percaya bahwa saya dapat bekerja lebih baik lagi
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
18. Setiap kali menghadapi pekerjaan di sini saya merasa tertekan
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
19. Saya merasa bahagia dengan pekerjaan saya
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
20. Saya merasa cocok terhadap teman sekerja di sini
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
21. Saya memeriksa peralatan kerja saya dengan teliti sebelum bekerja/berangkat kerja
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
22. Ada perasaan puas bila hasil pekerjaan saya mutunya lebih baik
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
23. Saya mudah marah apabila sedang bekerja
a. Sangat sering b. Sering c. Kadang-kadang d. Jarang e. Tidak pernah
24. Saya bangga dengan pekerjaan saya
a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak berpendapat d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
Sumber: Saifuddin Azwar. (2002). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hal. 180-184. Penulisan Item Didasarkan pada konsep mengenai dimensi semangat kerja yang dikemukakan Blurn, yaitu:
- Sedikitnya perilaku yang agresif yang menimbulkan frustasi
- Individu bekerja dengan suatu perasaan bahagia dan perasaan lain yang menyenangkan
- Individu dapat menyesuaikan diri dengan teman-teman sekerjanya secara baik
- Egonya sangat terlibat dalam pekerjaannya

Pesan bagi WORKAHOLIC

Posted: 01 Apr 2011 03:34 AM PDT

Tomi, Pimpinan sebuah perusahaan di Jkt,tiba di rumahnya jam 9 malam.
Tak seperti biasanya anaknya, dinda, umur 9 th membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, blum tidur?" sapa tomi"

Aku nunggu Papa pulang,sbab aku mau tanya,Berapa sih gaji Papa?"

"Kamu hitung ya..Tiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam & dibayar 400.000,tiap bulan rata-rata 22 hari kerja,kadang Sabtu masih lembur.Berapa gaji Papa hayo?"

"Kalo 1 hari Papa dibayar 400.000 u/ 10 jam,berarti 1 jam Papa digaji 40.000 dong"

"Wah, pinter kamu.Sekarang cuci kaki, terus tidur ya.."

"Papa, aku boleh pinjam 5.000 gak?"

"Sudah, gak usah macama-macam..Buat apa minta uang malam-malam gini? Tidurlah.."

"Tapi Papa…"

"Papa bilang tidur!"

Dinda pun lari menuju kamarnya sedih.
Usai mandi,Tomi menyesali kekesalannya,menengok dinda di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang 15.000

Sambil mengelus kepala dinda, tomi berkata,
"Maafin Papa ya..Papa sayang sama dinda..Tapi buat apa sih minta uang sekarang?

"Papa, aku gak minta uang.Aku hanya pinjam,nanti aku kembalikan kalo sudah menabung lagi dari uang jajan seminggu ini."

"lya, iya, tapi buat apa?"

"Aku nunggu Papa dari jam 8 mau ajak Papa main ular tangga 30 menit aja.Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga.Jadi, aku mau ganti waktu Papa.Aku buka tabunganku hanya ada 15.000...Karna Papa 1 jam dibayar 40.000,maka setengah jam aku harus ganti 20.000..
Duit tabunganku kurang 5.000,makanya aku mau pinjam dari Papa"

kata dinda polosTomi pun terdiam.
Ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dgn haru
.Dia baru menyadari,ternyata limpahan harta yg dia berikan selama ini,tak cukup u/ "membeli" kebahagiaan anaknya.

PESAN MORAL
"Bagi dunia kau hanya seseorang,tapi bagi seseorang kau adalah DUNIA-nya"

Gombal Ala Mahasiswa (menurut jurusan)

Posted: 01 Apr 2011 03:33 AM PDT

Jurusan Perminyakan: Kalo aku jadi SPBU, pasti tiap hari ada tulisan 'CINTA HABIS' soalnya kamu telah memborong semua cintaku.

Jurusan Sistem Informasi: Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yg keluar selalu Times New "Romance".

Jurusan Teknik Informatika: Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu.

Jurusan Teknik Elektro: Aku memang anak elektro, tapi akupun tak mengerti kenapa sentuhanmu bisa menyetrum kalbuku.

Jurusan Geofisika: perlu banyak alat untuk tahu apa isi bumi, tapi tak perlu banyak alat untukmu mengetahui isi hatiku

Jurusan Kedokteran: tanpa membedah isi hatimu pun, aku tahu kamu mencintaiku

Jurusan Teknik Lingkungan: Senyummu bagaikan global warming, yang mampu mencairkan isi hatiku.

Jurusan Seni Rupa: Kau warnai duniaku dengan cinta dan kasih sayang.

Jurusan Seni Musik: aku dan kamu bagaikan nada-nada yang bila berkumpul akan membentuk suatu harmoni

Jurusan Keperawatan: Mencintaimu bagaikan diare, tak dapat ditahan lagi.

Jurusan Ekonomi : Aku tiap hari menulis nomor dan menghitung, namun hanya 1 angka yang aku suka yaitu Dirimu Satu

Jurusan Pertanian : Kau bagaikan Bunga yang selalu harum untuk ku, namun aku lebih suka kau seperti air yang mengaliri menyegarkan dalam Hidup ku

Jurusan Peternakan : Jangan biarkan sendiri, karena bagaimanapun aku gak menggigit tetapi aku akan membawa Terbang seperti burung di Langit kemana kau suka....!!!

Jurusan Kehutanan : Aku mempelajari keAjaiban Tuhan di dalam Hutan dengan berbagai Hal hal yang Indah dan Unik, Namun hanya kehadiranmu di dekat saya yang terINDAH bagiku mengisi kesepianku.....!!

Hati-hati Mengucapkan 7 Hal Ini pada Pria!

Posted: 01 Apr 2011 02:26 AM PDT

imgWalipop.com - Ego biasanya menjadi aspek paling sensitif yang dimiliki pria. Kaum Adam ini biasanya sangat peduli dengan citra diri mereka, karena itu hampir tidak mungkin menemukan pria yang tidak mudah tersinggung saat ada komentar miring tentang dirinya.

Wajar memang, karena secara genetis, umumnya pria adalah makhluk yang egois. Perasaan pria akan lebih sensitif jika perkataan negatif tentang dirinya datang dari kekasihnya sendiri.

Mungkin menurut sebagian wanita, perkataan tersebut adalah hal sepele, tapi tidak bagi pria. Yang perlu diingat, 'kesalahan' sekecil apapun bisa berdampak besar bagi hubungan asmara Anda dan si dia.

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui hal-hal apa saja yang tidak suka didengar pria dari kekasihnya, seperti dikutip dari what do men really think.

1. 'Kamu sangat kurus' atau 'Kamu sangat gemuk'
Tidak hanya wanita, pria juga bisa sensitif jika ada yang berkomentar tentang bentuk tubuhnya. Hal paling terakhir yang ingin pria dengar dari kekasihnya adalah komentar negatif tentang tubuh mereka, meskipun mungkin mereka tahu perkataan itu benar.

2. 'Coba kamu seperti pria itu...'
Pria sangat benci dibanding-bandingkan dengan pria lain, apalagi jika perbandingan itu keluar dari mulut pasangannya, karena bisa 'melukai' egonya. Namun, kebanyakan wanita cenderung melakukan kesalahan ini jika mereka sedang kesal terhadap sesuatu yang dilakukan kekasihnya. Mungkin Anda tidak sadar bahwa ucapan itu salah, tapi bagi pria, kritik dari wanitanya akan membekas dan dia akan sakit hati.

3. 'Baju kamu kok aneh?'
Jangan pernah berkomentar negatif tentang cara pria berpakaian. Tidak hanya akan mengganggunya tapi juga membuatnya tidak percaya diri. Memang, tidak ada yang salah jika Anda ingin memberinya tips berbusana yang lebih baik, tapi coba mengutarakannya secara 'diplomatis'. Misalnya, 'kamu lebih cocok pakai baju ini' atau 'baju warna itu buat kamu lebih cerah'.

4. 'Kamu membosankan'
Jika Anda mengatakan ini sekali saja kepada pasangan, akan terus terngiang di pikirannya dan membuat ia jadi seseorang yang kompleks. Pria benci jika dia jadi orang yang membosankan di antara wanita. Meskipun mungkin Anda hanya melontarkan lelucon, pria akan menganggapnya sebagai penghinaan.

5. 'Aku sangat sibuk, kita tidak bisa bicara saat ini'
Walaupun memang benar Anda sedang sibuk, jangan katakan hal tersebut pada pasangan. Bahkan pria ang paling pengertian sekalipun akan tersentak jika kekasihnya mengatakan terlalu sibuk untuk bicara dengannya. Ingat, hubungan asmara bisa memburuk hanya karena hal-hal kecil seperti ini.

6. 'Kamu pengemudi yang payah'
Satu lagi hal sensitif bagi para pria, adalah komentar tentang kemampuan mengemudinya. Sebagian besar pria percaya mereka jago menyetir. Jadi hati-hatilah jika ingin berkomentar tentang caranya mengemudikan mobil atau motor.

7. 'Ohh, aku suka sekali Brad Pitt! Dia sangat tampan!'
Para pria seringkali kesal jika pasangannya terlalu mengelu-elukan aktor, penyanyi atau orang terkenal. Memuji seorang bintang secara berlebihan saat berada di antara rekan kerja atau teman-temannya, akan membuatnya jengkel dan merasa kecil. Terutama jika pria Anda punya sifat posesif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog ini adalah blog dofollow, silahkan berkomentar sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan backlink

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner